Perkebunan kelapa sawit di Indonesia terus mengalami peningkatan. Sejak tahun 60-an, luas areal perkebunan kelapa sawit mengalami perkembangan yang sangat pesat. Industri sawit Indonesia menjadi mesin penghasil devisa terbesar Indonesia. Sektor perkebunan kelapa sawit dan industri minyak sawit nasional merupakan sektor strategis yang memberikan salah satu sumbangan terbesar terhadap perekonomian nasional. Tahun 2018, ekspor minyak sawit Indonesia secara keseluruhan mengalami kenaikan sebesar 8% atau dari 32,18 juta ton pada tahun 2017 meningkat menjadi 34,71 juta ton di tahun 2018.

Pembangunan perkebunan kelapa sawit dihadapkan pada berbagai isu yang berkaitan dengan lingkungan, antara lain yaitu menurunnya keanekaragaman hayati, penyebab degradasi lahan, deforestasi, kebakaran dan sebagainya. Namun menyikapi berbagai isu tersebut dapat disikapi dengan pengembangan perkebunan dan industri kelapa sawit yang kedepannya difokuskan kepada upaya peningkatan produktivitas dan kualitas produk melalui sertifikat Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).

Prospek tahun 2019 pelaku usaha industri minyak sawit Indonesia tetap memiliki prospek yang baik. Hal ini didukung dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin membaik. Dengan memperhatikan berbagai tantangan yang dihadapi pada tahun 2018 serta berbagai langkah yang telah dan dilakukan, kedepan khususnya implementasi B20 dan ada kemungkinan akselerasi B30 di tahun 2019 maka GAPKI optimis industri kelapa sawit 2019 akan lebih baik dari tahun 2018.

Industri sawit menjadi besar dan semakin memberikan manfaat yang besar juga bagi perekonomian, khususnya kesejahteraan rakyat Indonesia. Industri sawit saat ini menjadi mata pencaharian bagi 4,5 juta keluarga karyawan dan petani sawit di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

Pembangunan perkebunan kelapa sawit mampu mengurangi kemiskinan khususnya daerah pedesaan, dan juga mendukung pemerataan perekonomian di daerah. Berbagai dampak dampak positif dari perkebunan kelapa sawit sudah dirasakan oleh masyarakat sekitar perkebunan, diantaranya meningkatnya pembangunan di daerah, yang paling mencolok adalah dibangunnya akses jalan dari perkebuanan ke pusat kota yang juga bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar. Pendapatan perkapita daerah semakin naik, hal ini tidak terlepas dari banyaknya kebutuhan tenaga kerja yang di perlukan oleh suatu perkebunan kelapa sawit atau industri. Selain itu berbagai fasilitas juga disediakan oleh pihak perkebunan seperti mendirikan pusat layanan kesehatan dan pendidikan terpadu untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan para pekerja. Sehingga fasilitas yang di sediakan cukup berguna bagi warga sekitar.

Energi listrik, gas dan air di beberapa kawasan daerah Indonesia terbatas, terutama pasokan gas dan air, namun dengan adanya kebijakan industri kelapa sawit untuk menyediakan energi listrik dan gas memberikan pengaruh yang besar terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar. Industri kelapa sawit menyiapkan pembangkit listrik yang memanfaatkan cangkang kelapa sawit sebagai bahan bakar dalam menghasilkan energi listrik.

Keberhasilan pembangunan infrastruktur juga menuntut adanya partisipasi masyarakat karena keterbatasan sumber daya pemerintah. Partisipasi masyarakat baik masyarakat umum maupun para pelaku industri kelapa sawit di pusat dan daerah untuk turut dalam investasi dan pengoperasiannya.

Pemerintah dalam hal ini harus mampu mendorong  peran masyarakat tersebut, khususnya peran industri dalam pembangunan infrastruktur, melalui kerja sama kemitraan dengan swasta yang adil. Dalam hal ini pemerintah dapat menggunakan instrumen kebijakan sebagai salah satu cara untuk menarik minat swasta. Dengan demikian maka investasi pembangunan dan pengoperasian infrastuktur tidak seluruhnya menjadi beban pemerintah.

Perkembangan industri kelapa sawit Indonesia memberikan kontribusi terhadap sektor perekonomian masyarakat. Semakin berkembang industri kelapa sawit maka semakin baik juga perkembangan kehidupan yang menujang industri, inovasi, dan infrastuktur masyarakat. Sehingga tujuan SDG’s terkait industri, inovasi, dan infrastuktur tercapai.

 

Elza Maryuni – Universitas Ekasakti Padang

342 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *