Sustainable Development Goals atau yang biasa disingkat dengan SDGs merupakan program kerja lanjutan dari Millenium Development Goals (MDGs). Akan tetapi SDGs berbeda dengan pendahulunya. SDGs melibatkan seluruh aktor pembangunan, baik pemerintah, Civil Society Organization (CSO), sektor swasta, akademisi, dan sebagainya.

SDGs adalah kesepakatan pembangunan baru yang mendorong perubahan-perubahan kearah pembangunan berkelanjutan berdasarkan hak asasi manusia dan kesetaraan untuk mendorong  pembangunan sosial, ekonomi dan lingkungan hidup.

SDGs  memiliki 17 tujuan yang ingin dicapai oleh masyarakat dunia. Tujuan-tujuan tersebut tentunya sangat diharapkan segera tercepai dan terealisasikan oleh berbagai lapisan masyarakat. Untuk mendorong percepatan pencapain tujuan tersebut, perlu adanya dorongan atau dukungan yang kuat. Salah satu pendukung percepatan pencapaian SDGs adalah sawit.

Industri sawit sangat strategis dalam pencapaian SDGs di Indonesia dan dunia. Hasil analisis kuantitatif yang dilakukan Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) pun menjelaskan bahwa Kaitan industri kelapa sawit terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) sangat kuat.

Mereka melakukan analisis dalam  aspek ekonomi dan sosial dari kelapa sawit yang berkontribusi kepada SDGs di Lampung Timur yang merupakan kawasan yang memiliki peningkatan lahan kelapa sawit sebesar 300% dari tahun 2005 sampai 2010. Ruang lingkup yang dianalisis yaitu mengenai pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan produksi dan konsumsi, kesehatan (angka harapan hidup), ketersediaan air bersih, kemiskinan dan ketimpangan, ketahanan pangan dan nutrisi, industrialisasi, serta pendidikan.

Selain itu juga bukti nyata dari sawit dapat membantu percepatan SDGs dapat dilihat dengan adanya pembangunan perkebunan sawit di daerah yang masih dibilang tertinggal dapat meningkatkan taraf sosial dan ekonomi mereka. Ketika tingkat di sektor perekonomian suatu daerah dapat meningkat dengan baik maka sektor lain pun akan senantiasa mengikuti peningkatannya pula. Saat perekonomian mulai berkembang maka perkebunan sawit dapat berkontribusi dalam pencapaian SDGs, yakni SDGs-1 (Penghapusan kemiskinan), SDGs-2 (Menghapus kelaparan, perbaikan gizi), SDGs-3 (Hidup sehat), SDGs-4 (Pendidikan), danSDGs-8 (Pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja inklusif), SDGs-10 (Pengurangan ketimpangan).

Selain LPEM UI yang menegaskan mengenai sawit yang berpengaruh terhadap SDGs, ditegaskan pula oleh akademisi dari IPB University, Bayu Krisnamukhti bahwa industri kelapa sawit sangat berkontribusi kepada SDGs. Kontribusi itu sudah terlihat pada saat industri ini melakukan proses seperti biasa atau sebelum tuntutan SDGs. “Sehingga, jika kita memang sengaja membuat proses bisnis yang sesuai dengan SDGs, maka akan lebih banyak kontribusi yang dihasilkan,” tuturnya.

 

Geofanny Perdana P. – Peserta Penulisan Artikel Tema Peran Sawit dalam SDGs di Institute Pertanian Bogor

259 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *