Pada saat ini kelapa sawit merupakan komoditas andalan dan menjadi primadona di Indonesia. Dalam satu abad, Indonesia telah berkembang menjadi penghasil minyak sawit Dunia. Permintaan dunia terhadap minyak sawit diperkirakan akan semakin meningkat dimasa depan. Sawit menawarkan prospek ekonomi yang paling menjanjikan di Indonesia. Produksi minyak sawit dunia diperkirakan meningkat 32% menjadi hampir 60 juta ton menjelang 2020. Perkebunan kelapa sawit memiliki peran penting dalam perekonomian nasional melalui kontribusi dalam pendapatan nasional dan penyediaan lapangan pekerjaan. Dalam hal ini kelapa sawit sangat berperan dalam mensejahterakan kehidupan masyarakat salah satunya di Riau.

Luas perkebunan kelapa sawit di Riau kini sudah lebih dari 2 juta hektar, otomatis dengan luas perkebunan sebesar itu tentu saja dapat meningkatkan pereonomian serta pendapatan masyarakat di daerah Riau. Tanaman kelapa sawit masih memiliki dampak ekonomi ganda (Multiplier effect) yang besar di Riau. Hampir semua garis kehidupan masyarakat di Riau diuntungkan dengan pengembangan komoditas sawit. Apakah ekonomi di Riau bisa tanpa sawit? jawabannya adalah tidak. Karena sawit telah memberikan dampak terhadap percepatan pembangunan ekonomi masyarakat dalam upaya mengetaskan kemiskinan. Salah satu indikatornya yaitu usaha tani kelapa sawit yang telah dapat mengurangi ketimpangan pendapatan.

Dari hasil penelitian Almasdi Syahza (2007) menjelaskan bahwa pembangunan perkebunan kelapa sawit dapat mengurangi ketimpangan pendapatan antar golongan masyarakat dan mengurangi ketimpangan ekonomi antar kabupaten/kota, menciptakan multiplier effect ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan penelitian tersebut, dapat diartikan bahwa peran kelapa sawit sangat diperlukan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat sehingga tidak terjadinya perbedaan kemakmuran antara yang kaya dan yang miskin karena hampir samanya pendapatan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dan hasilnya menjadikan masyarakat hidup sejahtera.

Berbicara tentang pendapatan, jika dibandingkan pendapatan rumah tangga petani sawit dengan rumah tangga petani non sawit, secara umum pendapatan petani sawit lebih tinggi dara pendapatan petani non sawit. Secara rataan, pendapatan petani sawit bukan hanya lebih tinggi dari pendapatan petani non sawit tetapi juga bertumbuh lebih cepat (PASPI, 2004).

Dari fakta tersebut diatas jelaslah bahwa tanaman kelapa sawit sangat penting bagi masyarakat terutama bagi masyarakat di Riau. Karena dalam jangka panjang permintaan dunia akan kelapa sawit cenderung meningkat maka dari hal itu akan menyebabkan meningkatnya pendapatan petani kelapa sawit di Riau.

Selain itu, pendapatan petani kelapa sawit tersebut bersifat berkelanjutan (sustainability income). Pendapatan petani kelapa sawit bukan hanya dari kegiatan pertanian musiman seperti petani tanaman pangan yang pendapatannya dapat befluktuasi setiap musim. Pendapatan petani kelapa sawit relatif stabil bahkan cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya umur kebun sawit dan relatif terjamin sampai 250 tahun (replanting). Dengan sumber dan pola pendapatan petani yang demikian akan menjamin anggota keluarganya khususnya biaya pendidikan anak-anak petani (PASPI 2017).

Kelapa sawit memang menjaminkan kesejahteraan bagi masyarakat. Contohnya dari segi pendidikan saja, dahulu banyak anak-anak petani yang tidak bersekolah karena pendapatan petani bisa dikatakan rendah. Hal ini disebabkan petani hanya menanam tanaman musiman seperti petani tanaman pangan yang pendapatannya berfluktuasi setiap musim, ini menyebabkan petani sulit mengatur perekonomian dalam kehidupannya sehingga tak jarang banyak anak petani yang putus sekolah. Berbeda dengan petani kelapa sawit yang pendapatannya relatif stabil sehingga dari hasil pendapatan kelapa sawit yang relatif stabil tersebut petani bisa menjamin pendidikan anak-anaknya.

Dalam aspek ekonomi, industri minyak sawit berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dalam bentuk sumber devisa dan pendapatan negara, pembangunan ekonomi daerah, dan peningkatan pendapatan petani (Tomic & Mawardi, 1995).

Secara ekonomi, pengembangan perkebunan sawit di Indonesia pada saat ini sangat menguntungkan bagi masyarakat dan menjadikan masyarakat yang tadinya dari golongan bawah, dengan adanya perkebunan kelapa sawit bisa menjadikan mereka menjadi golongan masyarakat menengah. Hal inilah yang terjadi di daerah Riau sebagai daerah penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia, sehingga para petani kelapa sawit di Riau dapat meningkatnya pendapatannya untuk memenuhi kebutuhan hidup dan secara langsung kelapa sawit ini dapat mensejahterakan masyarakat di Riau.

 

Nurhatika – Universitas Riau

274 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *