Pembangunan berkelanjutan dilakukan oleh pemerintahan daerah di Indonesia sejak munculnya otonomi daerah yang tetap harus terintegasi antar berbagai sektor. Pembangunan berkelanjutan terkait dengan berbagai sektor yakni ekonomi, sosial dan lingkungan. Indonesia memiliki sumber daya alam yang cukup luas sehingga topografi dan geografi sangat mendukung dalam pengembangan tanaman pertanian maupun perkebunan. Sehingga perkebunan dapat menjadi tolak ukur perekonomian masyarakat Indonesia disamping berbagai industri yang ada.

Industri kelapa sawit yang sangat berperan penting bagi perekonomian Indonesia. Naik turunnya produksi kelapa sawit akan berpengaruh terhadap pendapatan negara secara keseluruhan. Industri kelapa sawit pun memiliki kontribusi yang besar bagi pembangunan berkelanjutan didunia. Peranan penting Indonesia dalam perdagangan minyak nabati (minyak kelapa sawit) menjadi sorotan masyarakat untuk melakukan pembukaan lahan dan membudidayakan tanaman kelapa sawit sesuai dengan teknis.

Perkembangan perkebunan kelapa sawit sangat pesat sehingga Indonesia berkembang menjadi penghasil minyak kelapa sawit terbesar didunia. Perkebunan kelapa sawit menjadi bagian dari pembangunan nasional yang berkelanjutan. Pembangunan perkebunan kelapa sawit sesuai dengan undang-undang No.39 Tahun 2014 harus dilakukan sesuai dengan juklak dan juknis.

Keberadaan perkebunan kelapa sawit memiliki standar berkelanjutan seperti ISPO. ISPO adalah suatu kebijakan yang diambil oleh pemerintah Indonesia dalam hal Kementrian Pertanian dengan tujuan untuk meningkatkan daya saing minyak sawit Indonesia di pasar dunia dan ikut berpartisipasi dalam rangka memenuhi komitmen Presiden Republik Indonesia  untuk mengurangi gas rumah kaca serta memberi perhatian terhadap masalah lingkungan.

Salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kuantan Singingi telah mendapatkan sertifikat ISPO pada tahun 2016 yaitu PT.Surya Agrolika Reksa(SAR) Desa Beringin Jaya, Kecamatan Singingi hilir. Tahun 2015 perusahaan tersebut melakukan beberapa penilaian berdasarkan syarat-syarat yang harus di penuhi. Adapun syarat-syarat mendapatkan sertifikasi ISPO antaralain : perusahaan, kelompok tani, sertifikat kelompok, mempunyai standar dan sertifikasi kelompok, struktur kelompok serta manager kelompok. Pelaksanaan teknis ISPO disesuaikan dengan standar yang ada misalnya pemeliharaan penyiangan dengan membabat piringan dengan jarak 3 meter dari batang, menyusun pelepah dengan bentuk later U, pemupukan setiap bulan dan pemanenan.

Sistem pelaksanaan ISPO dapat mendukung pembangunan berkelanjutan dalam hal menjaga ekosistem daratan baik keanekaragaman hayati dan memperbaiki kerusakan lahan. Selain itu perkebunan kelapa sawit menggunakan kebijakan ISPO dapat meningkatkan kinerja produksi dan nilai ekspor bagi suatu Negara.  Penghasilan Negara dari kelapa sawit dapat meningkatkan SDM, infrastruktur, sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan. Oleh karena itu,  Perkebunan kelapa sawit dapat dijadikan investasi jangka panjang para petani atau dapat menunjang tujuan pembangunan berkelanjutan terutama dalam sektor ekonomi, sehingga dapat mengurangi kemiskinan dan penggangguran.

 

Arum Rovarti – Universitas Riau

299 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *