Padamkan Api, Selamatkan Rakyat dan Perkebunan Sawit Nasional

Pemerintah jangan terperangkap dalam skenario memojokkan perkebunan sawit nasional dalam menangani masalah kebakaran hutan dan lahan yang sedang terjadi di Indonesia

Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Indonesia saat ini, merupakan tragedi kemanusiaan dan ekonomi. Pemerintah, masyarakat umum dan dunia usaha sangat terpukul dan mengalami kerugian besar akibatnya. Namun dalam kondisi yang sangat menyedihkan tersebut, kita harus tetap berpikir dan bertindak rasional agar kehancuran yang lebih besar dapat kita hindari. Pemerintah maupun masyarakat umum jangan terperangkap pada skenario “mengkambing-hitamkan” sawit nasional yang sedang dimainkan mereka yang tidak menghendaki Indonesia maju.

Tentu, sangat setuju siapapun dan atas motif apapun yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan termasuk pelaku kebun sawit, harus ditindak sesuai hukum berlaku. Untuk itu kita serahkan aparat yang berwenang untuk melakukannya. Masyarakat umum yang telah menjadi korban akibat kabut asap perlu diprioritaskan agar ditolong dengan upaya maksimum. Dalam kaitan ini kita patut mengapresiasi TNI/Polri yang mengerahkan segala kekuatan yang ada untuk mengatasi kebakaran dan menolong masyarakat korban asap.

Sambil proses tersebut berjalan, sesama warga bangsa patut saling mengingatkan agar dalam menangani kebakaran hutan dan lahan ini jangan terperangkap dalam skenario jejaring LSM anti sawit, yang “mengkanalisasi” masalah kebakaran hutan dan lahan tersebut untuk menghancurkan sawit nasional. Fenomenanya mudah dijumpai di daerah-daerah yang sedang terjadi kebakaran hutan dan lahan. Bukannya membantu memadamkan api, malah mengambil foto-foto untuk bahan laporan ke pemberi dana di luar negeri. Jangan-jangan benar isu yang berkembang bahwa jejaring LSM anti sawit ikut sebagai aktor pembakaran hutan dan lahan yang terstruktur, sistematis dan massif. Aparat keamanan diharapkan dapat meyelidiki kebenaran isu tersebut.

Mengingat bahwa perekonomian berbasis minyak sawit bagi Indonesia sangat strategis maka menyelamatkan perkebunan sawit menjadi sangat penting. Hampir semua rakyat Indonesia terlibat dalam kegiatan ekonomi berbasis sawit. Pertama, Sebagai konsumen minyak sawit dan produk turunannya seperti minyak goreng, mentega, oleopangan yang digunakan dalam berbagai roti-roti/bakery, mie instant, dan seterusnya. Juga konsumen sabun mandi, deterjen, sampho, pasta gigi, kosmetik dan toiletries maupun produk farmasi.

Kedua, Terlibat dalam proses produksi perkebunan sawit pada 190 kabupaten sentra kebun sawit. Menurut data Kementerian Pertanian, saat ini terdapat 2.3 juta petani sawit dan 3.3 juta karyawan kebun sawit. Dengan rataan anggota keluarga 4 orang berarti sekitar 22 juta orang penduduk merupakan pelaku sawit secara langsung. Kemudian ditambah lagi tenaga kerja (beserta anggota keluarganya) yang terlibat dalam suplier barang/jasa kebutuhan perkebunan sawit seperti pupuk, pestisida, alat-alat, pengangkutan, pemasok bahan pangan (petani, nelayan, peternak), pemasok pakaian dan peralatan rumah tangga, juga perbankan dan jasa keuangan. Menurut Bank Indonesia perekonomian Jawa-Bali ditarik oleh sentra-sentra sawit di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Ketiga, Penduduk yang terlibat dalam poses produksi industri hilir minyak sawit dan perdagangan hasilnya. Mulai dari aktifitas pelabuhan, karyawan pabrik, restoran-restoran, warteg-warteg, toko-toko sembako, pedagang goreng-gorengan, industri roti/kue, dan seterusnya.

Begitu luas dan besar perekonomian berbasis sawit dalam ekonomi kita. Oleh karena itu kita jangan salah kelola masalah kebakaran hutan dan lahan tersebut. Sekali lagi, pemerintah jangan terperangkap dalam skenario LSM anti sawit yang memojokkan sawit nasional, karena dampaknya sangat besar dan luas bagi Indonesia.

Penegakan hukum kepada pelanggaran peraturan harus dilakukan dengan tegas. Namun yang ditindak tegas adalah pelakunya bukan perkebunan sawitnya. Walaupun banyak ditemukan koruptor pada kementerian/lembaga/pemerintah daerah, tentu kita tidak perlu mengobrak-abrik atau membubarkan kementerian/lembaga yang ada. Tangkap pelakunya, proses secara hukum dan jatuhkan hukumannya. Semoga kita segera keluar dari masa sulit dan merugikan semua ini.

6,062 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *