Berdasarkan data Japan Oilseed Processors Association mengenai Path of Vegetable Oil, ada 11 jenis minyak nabati yang dikonsumsi di EU-28 antara lain yakni minyak kedelai, minyak rapeseed, minyak bunga matahari, cottonseed oil, minyak kacang, minyak jagung, minyak wijen, minyak zaitun, minyak kelapa sawit, minyak inti sawit dan minyak kelapa. Jika dilihat dari volume konsumsi domestik EU-28 terhadap 11 minyak nabati tersebut lima besar diantaranya adalah minyak rapeseed (37 persen), minyak sawit & minyak inti sawit (29 persen), minyak bunga matahari (15 persen), minyak kedelai (8 persen), serta minyak zaitun (6 persen).

Data tersebut menunjukkan bahwa minyak sawit berada pada urutan kedua dalam konsumsi minyak nabati di EU-28. Dengan demikian, walaupun minyak sawit selalu mendapat sorotan dengan berbagai tudingan dari Uni Eropa (EU). Sejumlah isu mulai dari deforestasi, kebakaran hutan, emisi GHG, gambut dan lainnya selalu dikaitkan dengan sawit. Dan akhir-akhir ini Uni Eropa mempersoalkan emisi Indirect Land Use Change (ILUC) minyak sawit dan lain sebagainya.

Dengan bebagai tudingan terhadap minyak sawit tersebut, masyarakat EU-28 masih tetap memilih minyak sawit. Banyak alasan masyarakat EU-28 masih tetap memilih minyak sawit. Pertama, minyak sawit jauh lebih murah dibandingkan dengan minyak nabati yang lain. Kedua, minyak sawit tidak mengandung asam lemak trans sedangkan minyak nabati lain mengandung asam lemak trans. Penelitian mutakhir para ahli gizi dan kesehatan di Barat telah membuktikan bahwa lemak trans yang terkandung dalam minyak kedelai, minyak rapeseed menyebabkan penyakit jantung dan pembuluh darah. Ketiga, minyak sawit mengandung senyawa aktif seperti beta karoten, tokoferol yang bermanfaat sebagai anti kanker, anti kolesterol dan anti penuaan dini yang tentunya penting bagi masyarakat Eropa. Keempat, minyak sawit memiliki karakteristik kimia unggul yang sesuai dengan variasi kebutuhan  berbagai macam industri pangan. Dan banyak lagi keunggulan minyak sawit yang tentunya dapat diakses masyarakat Eropa.

Dengan berbagai keunggulan minyak sawit tersebut, masyarakat EU-28 masih mempersepsikan (perceive value) bahwa minyak sawit masih menjadi pilihan.

213 total views, 8 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *