Minyak Sawit Minyak Nabati Sepanjang Masa

Tanaman minyak sawit memang dianugrahi Tuhan karakteristik keunggulan yang tidak dimiliki minyak nabati lain. Minyak sawit, minyak sepanjang masa, sementara minyak nabati lain minyak musiman

Sawit memang tanaman minyak nabati ajaib. Sepanjang tahun tetap memproduksi minyak. Jika matahari masih bersinar, minyak sawit tetap dihasilkan. Tak kenal musim, musim hujan, musim kering, produksi berlangsung terus.

Keunggulan karakteristik minyak sawit yang demikian tidak dimiliki oleh minyak nabati lain khususnya minyak kedelai dan minyak bunga matahari, dua minyak nabati yang menjadi pesaing utama minyak sawit di pasar dunia. Tanaman kedelai maupun bunga matahari bersifat musiman, ada musim penanaman, pemeliharaan dan musim panen. Produksinya tidak merata sepanjang tahun. Pada musim panen, produksi melimpah, sedangkan pada musim tanam/pemeliharaan produksi tidak ada.

Kerentanan pada perubahan iklim juga berbeda antar minyak sawit dan minyak kedelai maupun minyak bunga matahari. Tanaman minyak kedelai maupun minyak bunga matahari sangat sensitif terhadap perubahan iklim yang ekstrim. Jika terjadi El Nino atau La Nina yang ekstrim, minyak kedelai maupun minyak bunga matahari bisa gagal panen total. Hal ini berbeda dengan tanaman kelapa sawit yang merupakan tanaman pepohonan yang memiliki sistem perakaran yang dalam. Perubahan iklim ekstrim, meski mempengaruhi sedikit produksi, tidak sampai gagal panen.

Keunggulan pemberian Tuhan pada minyak nabati tersebut memiliki implikasi yang luas secara ekonomi. Karakteristik produksi musiman dari minyak kedelai dan minyak bunga matahari, sementara konsumsi minyak nabati setiap hari/sepanjang tahun, memerlukan pengelolaan stok yang cukup besar sehingga biaya pengelolaan stok juga besar. Maka risiko fluktuasi harga juga akan relatif besar.

Sementara, poduksi minyak sawit yang berlangsung sepanjang tahun, tidak terlalu memerlukan stok yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan konsumsi yang berlangsung sepanjang tahun. Struktur Tanaman Menghasilkan sawit (muda, remaja, dewasa, tua, renta) merupakan mekanisme alamiah pengelolaan stok minyak, sehingga tidak perlu fasilitas penyimpanan stok yang lebih besar.

Karakteristik pasokan minyak sawit yang kontinu dan stabil sepanjang tahun ini, sangat sesuai bagi kebutuhan industri yang menggunakan minyak nabati sebagai bahan baku. Hal inilah menyebabkan mengapa industri hilir minyak nabati dunia makin beralih dan memperbesar porsi penggunaan minyak sawit.

Bagi petani, karakteristik produksi sawit yang demikian juga menguntungkan petani. Tanaman yang relatif “tidak rewel”, produksi sepanjang tahun (setiap bulan), sangat sesuai bagi petani dan keluarganya yang memerlukan pendapatan setiap bulan sepanjang tahun. Hal ini jugalah yang membuat para petani makin banyak memilih kebun sawit dari pada alternatif tanaman lain.

 Jadi memang, minyak sawit dianugrahi Tuhan punya keunggulan sepanjang masa. Anugrah Tuhan untuk masyarakat dunia, melalui Indonesia. Tidak mengherankan, kehadiran minyak sawit akan makin menggerus pangsa minyak nabati lainnya.

327 total views, 2 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *