Komisi Eropa (KE) tanggal 8 Februari 2019 lalu menerbitkan Draft European Commission Delegated Regulation Supplementing Directive 2018/2001 on the Promotion of the use of energy from renewable source (RED II) atau singkatnya  kita sebut Delegated Regulation of ILUC-REDII.

Rancangan kebijakan tersebut, diperkirakan akan merugikan produsen minyak sawit dunia, sehingga negara-negara produsen minyak sawit (CPOPC) termasuk Indonesia menyampaikan penolakannya atas rencana kebijakan tersebut.

Kata kunci rencana kebijakan EU tersebut adalah pengkaitan biofuel dengan perubahan penggunaan lahan secara tak langsung (Indirect Land Use Change, ILUC). Dalam dokumen tersebut dinyatakan bahwa ILUC terjadi jika dalam proses produksi biofuel menyebabkan areal pangan dan pakan berkurang (terkonversi ke tanaman biofuel), memicu terjadinya konversi hutan atau lahan dengan karbon stok tinggi menjadi areal pangan/pakan sehingga terjadi tambahan emisi GHG. Ini berbeda dengan perubahan penggunaan lahan secara langsung (direct land use change, DLUC) yakni perubahan penggunaan lahan yang tadinya bukan lahan pangan/pakan menjadi lahan tanaman biofuel.

Mempersoalkan emisi ILUC biofuels  dalam kebijakan RED II UE mengahdapi banyak kritikan dari berbagai ahli maupun dari produsen biofuel dunia termasuk produsen minyak sawit. Selain sulit memisahkan dampak ILUC dengan dLUC juga hanya mengada-ada.

Pertama, Kontribusi land use change-land use change forestry (LUCLUCF termasuk ILUC) dalam emisi global sangat kecil yakni sekitar 10 persen (Sandstrom, et.al 2018). Kontributor utama (60-70 persen) emisi global adalah dari emisi bahan bakar fosil (IEA, 2016). Sehingga mempersoalkan emisi dari ILUC hanya mengalihkan masalah, mengada-ada dan tidak berkontribusi pada solusi emisi global.

Kedua, sebagaimana disebutkan Prof.Gernot Klepper ( Kiel Institute for World Economic) bahwa banyak  variabel yang bekerja  terjadinya  land use change (dLUC, ILUC)  disetiap negara antara lain  harga komoditas, pertumbuhan penduduk dan pembangunan serta kebijakan pemerintah. Konversi hutan produksi yang dapat dikonversi (convertible forest) oleh pemerintah menjadi areal pangan, apakah akibat sawit ?  Bagaimana memisahkan terjadinya  suatu land use change apakah akibat tak langsung  ekspansi biofuel, ataukah akibat variabel yang lain.

Ketiga, Fenomena ILUC trans nasional. Misalnya kenaikan harga minyak rapeseed dan minyak bunga matahari di EU akibat permintaan untuk biofuel maupun non biofuel EU, yang mendorong meningkatnya impor minyak sawit dan minyak kedelai dari luar EU, sehingga terjadi konversi hutan menjadi  kebun kedelai atau kebun sawit di luar EU. Artinya ada tambahan emisi global. Pertanyaannya adalah apakah tambahan emisi tersebut menjadi ” dosa” tanaman rapeseed, bunga matahari EU atau kedelai  atau sawit?

Keempat, ILUC akibat kemajuan teknologi. Bagi EU yang sudah full employment, ekspansi tanaman biofuel hampir tidak memungkinkan lagi. Sehingga intensifikasi tanaman biofuel menjadi solusi nyata hari ini. Intensifikasi tanaman biofuel dengan menggunakan pupuk yang lebih banyak dan mekanisasi (perbaikan teknologi) juga mengakibatkan tambahan emisi (ILUC perubahan teknologi)  yang justru lebih besar  dibandingkan dengan emisi kebun kedelai atau kebun sawit di luar EU. Bagaimana dengan hal yang demikian ini?

Banyak lagi hal-hal lain yang terkait dengan ILUC biofuel yang muaranya sebetulnya bukan mengurangi emisi global justru sebaliknya meningkatkan emisi global. Sehingga memasukkan faktor ILUC biofuel dalam RED II EU cenderung mengada-ada dan menjadi alasan untuk EU dalam membatasi biofuel (unfair trade)  dari luar EU. Selain itu, kebijakan tersebut dalam implementasinya akan menerapkan sertifikasi baru bagi biofuel (high risk, low risk)  yang masuk ke EU dari luar EU. Kegiatan sertifikasi ILUC tersebut juga menambah emisi yang mungkin lebih Besar dari tambahan emisi ILUC yang dipersoalkan. Lantas, permainan baru apa yang sedang dirancang EU?

428 total views, 21 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *