Riska Manda Putri – Juara 2 Lomba Penulisan Artikel Tema Peran Sawit dalam SDGS di Universitas Islam Sumatera Utara

 

Negara indonesia adalah negara agraris yang dikenal sebagai negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Namun demikian, hal tersebut tidak dapat membuat rakyat Indonesia lepas dari kata “kemiskinan”.  Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Indonesia jumlah penduduk miskin per tahun 2017 sebanyak 27,8 juta orang atau sebesar 10,6%. Masalah kemiskinan di Indonesia harus diatasi, salahsatu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan kemiskinan tersebut di Indonesia melalui pengembangan sektor industri pertanian, diantaranya adalah Kelapa Sawit.

Menurut GAPKI tahun 2017 sejak dicanangkan oleh PBB ditahun 2015 Indonesia terus mendukung tujuan pembangunan pertanian berkelanjutan atau sustainability Devolepment Goals (SDGs). Dengan menunjukan komitmen yang kuat , yaitu dimasukannya target SDGs kedalam rencana pembangunan nasional.

Industri minyak kelapa sawit, sebagai salah satu industri utama di Indonesia, yang memiliki keterkaitan yang erat dengan SDGs, dan telah mencatat peningkatan kinerja produksi, dan nilai ekspor selama tahun 2017, terus memberikan sumbangsih besar bagi pencapaian SDGs.

Dibukanya perkebunan kelapa sawit didaerah rural, telah meningkatkan taraf penghasilan bagi masyarakat setempat, sebesar 40% perkebunan di Indonesia dimiliki oleh sekitar 2,5 petani kecil kelapa sawit, yang memperoleh penghasilan 7x lebih besar dibandingkan dengan petani komoditas lainnya.

Minyak kelapa sawit sebgai bahan pangan utama, adalah jenis minyak nabati yang banyak digunakan di dunia, dengan produksi yang sangat efesien, dimana 1 hektar tanah dapat menghasilkan lebih banyak dibandingkan dengan jenis minyak nabati laiinya.

Seiring berkembang perkebunan kelapa sawit, berkembang pula sarana dan prasarana dasar seperti pusat layanan, yang lebih mudah dengan kualitas lebih baik kepada masyarakat setempat. Industri minyak kelapa sawit di Indonesia, diperkirakan telah menciptakan 17,5 juta lapangan perkerjaan baik secara langsung maupun tidak langsung, dan menyumbangkan 319 triliun rupiah dan nilai ekspor setiap tahunnya.

Dengan turut mendorong pertumbuhan sosial ekonomi, minyak kelapa sawit telah membantu pemerataan antara masyarakat urban dan rural atau pedesaan. Prospek industri kelapa sawit kini semakin cerah baik di pasar dalam negeri maupun di pasar dunia. Sektor ini akan semakin strategis karena berpeluang besar untuk lebih berperan menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional dan menyerap tenaga kerja

Dengan meningkatnya jumlah produksi kelapa sawit di Indonesia tentu saja juga akan membutuhkan tenaga kerja yang banyak, dengan banyaknya tenaga kerja di suatu wilayah maka akan meningkatkan pendapatan petani kelapa sawit.

 Produksi dan Ekspor Minyak Kelapa Sawit Indonesia :

 

2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016
Produksi

(Juta ton)

19.2 19.4 21.8 23.5 26.5 30.0 31.5 32.5 32.0
Ekspor

(juta ton)

15.1 17.1 17.1 17.6 18.2 22.4 21.7 26.4 27.0
Luas Areal

(juta ha)

n.a. n.a n.a n.a 9.6 10.5 10.7 11.4 11.8

 Sumber: Indonesian Palm Oil Producers Association (Gapki) & Indonesian Ministry of Agriculture

Dapat dilihat dari data pada tabel bahwa jumlah produksi kelapa sawit di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Dengan meningkatnya jumlah produksi kelapa sawit di setiap tahun, maka hal tersebut dapat menambah pendapatan petani kelapa sawit di Indonesia, menigkatnya produksi kelapa sawit tidak hanya menambah jumlah pendapatan petani kelapa sawit saja namun juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lainnya untuk bekerja karena membutuhkan tenaga kerja untuk memanen dan mengolah kelapa sawit yang banyak jumlahnya.

Industri perkebunan dan pengolahan sawit adalah industri kunci bagi perekonomian Indonesia  ekspor minyak kelapa sawit adalah penghasil devisa yang penting dan industri ini memberikan kesempatan kerja bagi jutaan orang Indonesia. Dalam hal pertanian, minyak sawit merupakan industri terpenting di Indonesia yang menyumbang di antara 1,5 – 2,5 persen terhadap total produk domestik bruto (PDB).

Dari data yang telah didapatkan maka dapat membuktikan bahwa industri kelapa sawit dapat mengatasi kemiskinan di Indonesia. Dengan meningkatnya jumlah produksi setiap tahunnya pendapatan masyarakat meningkat, membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat , maka sudah dapat mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia.

 Mekanisme penurunan kemiskinan masyarakat di Indonesia oleh perkebunan kelapa sawit melalui kombinasi langsung dan tak langsung. Secara langsung, pengembangan kebun sawit menciptakan kesempatan kerja yang sesuai dengan kemampuan kerja penduduk miskin. Selain itu, pengembangan kebun sawit juga mengikutsertakan penduduk lokal baik dalam pola inti plasma maupun swadaya, sehingga penduduk lokal banyak yang memiliki kebun sawit sendiri.

Kemudian, secara tidak langsung pendapatan yang tercipta di kebun sawit (baik sebagai karyawan maupun sebagai pemilik) menciptakan permintaan akan bahan pangan dan non pangan. Menyediakan bahan pangan dan non pangan tersebut di kawsan pedesaan. Dengan demikian penduduk pedesaan termasuk penduduk miskin yang tidak terlibat langsung pada kebun sawit, juga ikut menikamati “kue ekonomi” yang tercipta di pedesaan.

 

285 total views, 2 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *