Dewasa ini, fluktuasi harga jual buah kelapa sawit tidak bisa dihindarkan. Banyak usaha kelapa sawit baik di bidang komersil ataupun non komersil mengalami kerugian yang cukup signfikan. Di tambah dengan kondisi alam yang semakin tidak bersahabat memberikan suatu ketidakpastian mengenai musim yang telah dilalui ataupun sedang dilalui memperburuk keadaan dalam meningkatkan perekonomian yang diharapkan melalui kelapa sawit. Sesuai yang di katakan oleh Dirjen Perkebunan Kementrian Pertanian, Bambang mengatakan rendahnya harga jual kelapa sawit disebabkan sejumlah negara yang menjadi pasar utama sawit seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat membuat kampanye negatif di pasar global. Tujuannya menekan daya saing sawit untuk mendapatkan harga lebih murah. Kendati demikian, permintaan sawit diperkirakan akan tetap tinggi guna memenuhi kebutuhan global. “Mereka tidak ingin mematikan sawit, tetapi ingin daya saingnya turun. Mereka mainkan isu”.

Isu-isu yang telah mereka sebar terhadap kelapa sawit di Indonesia beraneka ragam dan telah disebar diberbagai negara eropa. Kampanye anti sawit di Belgia banyak ditemukan di sektor makanan dengan menggunakan isu dampak negatif kesehatan, lingkungan hidup. Di beberapa supermarket banyak ditemukan beberapa produk yang menggunakan label anti sawit seperi No Oil Palm, Zero Percent Oil Palm, dan Palm Oil Free. Di Roma ada tekanan kampanye soal deforestasi dan lingkungan. Menurut data Kemendag 2019, Indonesia adalah pemasok utama kebutuhan CPO ke Eropa. Setiap tahun rata-rata ekspor CPO Indonesia ke Eropa mencapai 3,5 juta ton sedangkan kebutuhan CPO Eropa mencapai 6,3 juta ton. Malaysia di tempat kedua dengan nilai ekspor mencapai 1,5 juta ton. Inilah yang menyebabkan mereka menyerang pasar sawit di dunia.

Dengan kebutuhan tersebut, membuat mereka harus menekan harga impor CPO dari negara lain sehingga mereka dapat memproduksi dengan harga input yang serendah-rendahnya demi keuntungan yang sebesar-besarnya. Persaingan pasar di benua eropa membuat banyak kalangan masyarakat buta akan fakta yang sebenarnya. Maka artikel ini hadir sebagai salah satu edukasi dan menjelaskan betapa banyaknya kegunaan dari kelapa sawit yang selama ini tidak kita sadari.

Kelapa Sawit terdiri dari daun, tangkai bunga, bunga, buah, batang dan akar. Masing masing komponen tersebut dapat dimanfaatkan dan dijadikan sebagai bahan utama industri. Dimulai dari daun dapat dimanfaatkan menjadi bahan kerajinan tas rajutan, hiasan rumah dan sapu lidi. Daunnya juga bisa digunakan untuk tokoferol. Tokoferol merupakan senyawa organik dengan gugus fenol yang mengalami metilasi. Tokoferol dan tokotrienol merupakan antioksidan yang larut di dalam lemak dan mirip dengan vitamin E.

Tangkai bunganya pula memiliki cairan manis yang keluar dari tangkai bunga, disebut (air) nira atau dapat diminum sebagai penyegar. Gula kelapa juga dibuat dari nira ini. Dari air tangkai bunganya tersebut mengandung vitamin B kompleks. Airnya juga dapat digunakan untuk bahan dasar gula merah. Kemudian beranjak ke bunganya yang memiliki kandungan Estragole. Estragole tersebut digunakan dalam parfum dan sebagai zat aditif makanan.

Untuk buahnya sendiri, pada daging buahnya sama-sama kita ketahui dapat berguna diolah sebagai minyak goreng, dan terdapat kandungan karoten, Gliserin yang sering digunakan untuk kesehatan dan kecantikan kulit seperti Merawat kulit kering, Melembapkan kulit, Mengurangi keriput dan kulit kendur, Mengurangi luka bekas jerawat, Menghilangkan komedo dan masih banyak lagi, Vitamin A, dan Asam lemak. Inti kelapa sawit terdiri dari lapisan kulit biji (testa) selain dapat menjadi minyak goreng, dapat juga diolah menjadi tepung inti.

Biji kelapa sawitnya terdapat monoglisrida, Digliseria yang berguna sebagai bahan tambahan makanan yang digunakan sebagai pengemulsi. Asam lemak ini umumnya merupakan campuran beberapa produk, dan komposisinya serupa dengan lemak alami yang baru separuh dicerna. Cangkangnya pula dapat digunakan sebagai arang.

Buah kelapa sawit memiliki serat yang berguna untuk bahan dasar pangan manusia yang umumnya untuk Menghasilkan Konsentrat Karotenoid dan Nanoemulsi Sebagai Pewarna Alami Pangan. Selain pangan juga dapat digunankan sebagai bahan nonpangan yaitu lignin, bahan bakar dan karbon aktif. Limbahnya pula yang padat dan cair dapat digunakan sebagai etanol, pelet, bahan bangunan, mengandung aseton butanol dan gashio.

Batang dan akarnya sendiri memiliki manfaat yang dapat digunakan sebagai arang, pulp, pasta pati, mengandung lignin, Xilosa xilitol dan bahan kerajinan. Dengan alasan apapun kelapa sawit tetap harus tinggi harga jualnya karena memiliki manfaat yang begitu luar biasa. Kita jangan mudah terpedaya oleh isu-isu yang belum kita ketahui seluk beluknya hingga harus kita lawan jika isu tersebut tidak benar. Dan kita harus terus bangga dengan bangsa ini yang terus memproduksi kelapa sawit dan terus mendukung kelapa sawit untuk mendongkrak kembali ekonomi negara ini seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

 

Dimas Tauhid – Universitas Sumatera Utara

354 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *