Indonesia adalah salah satu negara dengan industri komoditi perkebunan terluas di dunia, beberapa komoditi perkebunan tersebut adalah kelapa sawit, kakao, kopi, karet, dll. Kelapa sawit merupakan satu komoditas primadona di Indonesia yang memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi, pembangunan lokal, kesejahteraan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan yang terpenting adalah peningkatan kualitas hidup.

Pada tahun 2014, Indonesia memiliki luas lahan perkebunan kelapa sawit sebesar 10,9 juta hektar. Riau, Sumatera Utara, dan Kalimantan merupakan provinsi dengan lahan sawit terluas. Sekitar 51,6% dari 10,9 juta hektar lahan sawit di Indonesia dimiliki oleh perusahaan perkebunan swasta (besar), dan 41,5% dimiliki oleh perkebunan rakyat.

Di sisi perekonomian makro, industri minyak kelapa sawit memiliki peran yang strategis yaitu sebagai penghasil devisa terbesar, membangun kedaulatan energi, ekonomi kerakyatan dan dalam p enyerapan tenaga kerja. Pada sisi pembangunan ekonomi daerah, industri minyak kelapa sawit berperan strategis membangun daerah pelosok menjadi pusat pertumbuhan baru dan memacu pertumbuhan ekonomi di pedesaan. Peningkatan produksi CPO meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara signifikan pada daerah-daerah sawit. Industri minyak kelapa sawit juga merupakan industri yang strategis dalam pengurangan kemiskinan.

Sebagai negara agraris dengan penyumbang PDB terbesar kedua setelah industri pengolahan yakni sebesar 13,26% pada tahun 2018, sektor pertanian memiliki industri kelapa sawit yang mampu menjadi pengungkit (leverage) percepatan pencapaian SDGs. Sektor pertanian menjadi sangat penting karena lebih dari separuh PDB sektor industri pengolahan adalah berbasis pertanian. Selain itu, sektor pertanian juga merupakan penyerap terbesar tenaga kerja, yaitu sekitar 35% dari total tenaga kerja.

Dengan adanya pembukaan perkebunan kelapa sawit di kawasan pedesaan, berarti telah meningkatkan taraf penghasilan bagi masyarakat setempat. Sekitar 2,5 petani kecil kelapa sawit yang memiliki perkebunan sawit sebesar 40% di Indonesia memperoleh penghasilan 7x lebih besar dibandingkan dengan petani komoditas lainnya. Para petani kecil disini sebagai aktor sekaligus penerima manfaat dari tercapainya target-target SDGs di Indonesia.

Seiring berkembangnya perkebunan kelapa sawit, berkembang pula sarana dan prasarana dasar milik perusahaan seperti pusat layanan kesehatan, sarana ibadah, dan lain-lain yang memiliki kualitas yang baik dan sangat membantu masyarakat setempat.

Demikian pula dengan adanya pembangunan sekolah-sekolah dan bantuan beasiswa dari perusahaan kelapa sawit yang telah membantu mewujudkan pendidikan wajib 12 tahun, sebagaimana dicanangkan oleh pemerintah. Selain itu, beberapa perusahaan juga sudah banyak memberikan bantuan pendidikan dan pelatihan kepada anak-anak seolah dasar.

Pentingnya sektor pertanian erat kaitannya dengan industri minyak kelapa sawit yang merupakan salah satu industri utama di Indonesia. Industri minyak kelapa sawit telah mencatat peningkatan kinerja produksi, dan nilai ekspor selama tahun 2017 dan terus memberikan sumbangsih besar bagi pencapaian SDGs.

Industri minyak kelapa sawit Indonesia saat ini diperkirakan telah menciptakan 17,5 juta lapangan pekerjaan, baik secara langsung  maupun tidak langsung, dan menyumbangkan sekitar 319 triliun rupiah dari nilai ekspor setiap tahunnya.

Dengan turut mendorong pertumbuhan sosial ekonomi, minyak kelapa sawit telah membantu pemerataan penndapatan dan kesejahteraan antara masyarakat perkotaan dan pedesaan.

Selain itu, sektor kelapa sawit maupun hasil industrinya yang berupa Palm Oil adalah sektor agriculture utama, yang aktif mengedepankan konservasi hutan dan produksi berkelanjutan. Produksi per hektar yang tinggi yang dihasilkan minyak kelapa sawit menunjukkan bahwa penggunaan tanah perkebunan digunakan secara efisien dan mengurangi perubahan iklim dunia.

Minyak kelapa sawit (palm oil) sebagai bahan pangan utama, adalah jenis minyak nabati yang banyak digunakan dunia, dengan produksi yang sangat efisien, dimana 1 hektar tanah dapat menghasilkan lebih banyak dibandingkan dengan jenis minyak nabati lainnya.

Inilah beberapa kontribusi kelapa sawit dalam percepatan pencapaian SDGs, terutama dalam pengentasan kemiskinan, pemerataan pendidikan yang sesuai dengan program pemerintah  wajib belajar 12 tahun, mengatasi kesenjangan dan ketidaksetaraan serta mengurangi pengangguran.

 

Asrita – Universitas Tanjungpura

258 total views, 2 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *