Indonesia memiliki peran penting dalam pasar minyak nabati dunia sebagai produsen dan pengekspor terbesar. Ekspor minyak kelapa sawit Indonesia meningkat 8% pada tahun 2018. Pada tahun 2017, ekspor CPO tercatat sebanyak 32,18 juta ton dan meningkat 34,71 juta ton di tahun 2018. Peningkatan yang paling signifikan adalah biodiesel sebesar 851% dari 164.000 ton pada 2017, meroket menjadi 1,56 juta ton di tahun 2018.

Permintaan minyak sawit dunia yang semakin meroket membuat kegiatan ekspor meningkat, hal tersebut menyebabkan devisa negara juga meningkat. Kegiatan seputar kelapa sawit memberi banyak kontribusi di berbagai sektor. Lahan perkebunan kelapa sawit berkontribusi dalam menyediakan lapangan pekerjaan sehingga mengurangi tingkat kemiskinan masyarakat Indonesia. Masyarakat yang dimaksud tidak hanya yang secara langsung terlibat namun juga masyarakat yang terlibat secara tidak langsung.

Industri sawit  berupaya dan berkomitmen untuk terus memberikan dampak yang baik, salah satunya adalah membangun hubungan kemitraan dengan masyarakat melalui pola perkebunan inti plasma untuk masyarakat transmigran. Lahan ini berada di 3 area yaitu Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Selain program kemitraan dengan petani plasma, industri kelapa sawit juga menginisiasi program kemitraan dengan masyarakat yaitu Program Kemitraan Pola IGA (Income Generating Activity), pola pelaksanaan pembangunan dengan perusahaan sebagai mitra yang membantu dan membimbing masyarakat disekitarnya melalui serangkaian program yang bertujuan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Kegiatan yang digulirkan berupa pinjaman modal kerja dalam bentuk bibit dan pupuk, pelatihan praktik agronomi, penampungan hasil produksi, dan pendirian LKM (Lembaga Ekonomi Mikro). Program ini diikuti oleh 9.073 petani dan 451 kelompok tani, dengan luas lahan 17.592 Ha.

Industri kelapa sawit juga memiliki program peningkatan ekonomi berupa program bantuan bibit sawit, program pembiayaan saprotan, dan program kewirausahaan (petani kakao, budi daya ikan, peternakan ayam, holtikultura, madu silang, serta ikan asap). Industri kelapa sawit juga berperan serta dalam proses pendidikan Indonesia berupa program beasiswa (260 siswa), program sekolah binaan (194 sekolah), sekolah adiwiyata (16 sekolah), dan pendidikan komunitas adat (3 komunitas).

Pada ranah kesehatan masyarakat, perkebunan kelapa sawit memiliki tanggung jawab sosial berupa program yang terdiri dari program preventif (pencegahan penyakit di 176 desa, penyuluhan KB 176 desa, penyuluhan PHBS di 176 desa, revitalisasi posyandu di 393 posyandu, dan pelatihan petugas medis), kemudian program promotif (pembinaan di 176 desa, donor darah  sebanyak 2.642 kantong, imunisasi 3.094 anak, sunatan 1.945 anak, dan penanaman sayuran), serta program kuratif (faskes pertama 31 unit untuk pengobatan dan pemeriksaan).

Selain dilihat dari segi hasil ekspor, minyak sawit berkontribusi dalam penghematan energi dengan penggunaan biomassa dan gas methan untuk listrik sebesar 26,7 juta GJ. Kontribusi dalam dunia listrik adalah methane capture sebagai biogas untuk menghasilkan listrik, heat steam recovery system, lampu LED, biomassa boiler, efisiensi solar dengan gasifier dan biodiesel B20. Biodiesel dari kelapa sawit berperan positif dalam pengurangan emisi sebesar 740,029 ton CO2 pada tahun 2018. Kemudian dilihat dari segi pupuk, perkebunan kelapa sawit berkontribusi mengurangi limbah dengan cara penggunaan limbah biomassa boiler.

Kontribusi kelapa sawit tidak dapat dipungkiri, komoditi ini menyumbang banyak peran dalam pembangunan berkelanjutan Indonesia. Peningkatan imbal hasil akibat permintaan minyak nabati yang tinggi secara global diperkirakan akan meningkatkan penanaman modal di industri minyak sawit. Hal ini menyebabkan pertumbuhan berkelanjutan dalam jangka menengah semakin maju, karena konsumsi dunia diperkirakan meningkat pada dasawarsa mendatang. Dengan adanya kontribusi yang besar maka harus ada perlindungan, pemanfaatan dan pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang efektif dan efisien agar terjadi hubungan timbal balik yang sinergis.

 

Mufida Rahmayani – Peserta Penulisan Artikel Tema Peran Sawit dalam SDGs di Institute Pertanian Bogor

168 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *