Sektor kelapa sawit merupakan salah satu ujung tombak perekonomian Indonesia. Pertumbuhan di sektor ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemiskinan. Tercatat total nilai ekspor produk sawit pada tahun 2018 sebesar USD 23 miliar atau setara Rp 300 trilyun. Angka ini merupakan yang terbesar dari semua sektor penyumbang devisa negara. Meskipun telah memberikan kontribusi yang besar, peran kelapa sawit masih sering dilupakan.

Black campaign dan isu-isu yang belum tentu benarnya sering kali diutarakan. Mulai dari isu lingkungan sampai dengan isu kesejahteraan menjadi senjata utama bagi mereka yang merasa terancam dengan keberadaan kekuatan baru Indonesia ini. Banyak dari isu tersebut merupakan mitos yang terbantahkan. Meskipun diterjang banyak isu, peran dan kontribusi sektor kelapa sawit selalu dapat mengalahkan segala serangan yang ada. Salah satu isu yang pernah mengudara adalah tentang kapitalisme di sektor kelapa sawit. Hal tersebut langsung terbantahkan lewat penerapan ekonomi kerakyatan melalui sistem perkebunan kelapa sawit rakyat dengan kemitraan, integrasi dan investasi.

Perkebunan kelapa sawit rakyat merupakan perkebunan dimana rakyat yang memiliki dan mengelolanya. Pada tahun 2017 tercatat area kebun milik rakyat sebesar 53 persen dari total 16 juta ha kebun sawit di Indonesia. Perkebunan kelapa sawit rakyat berada pada urutan nomor satu dalam proporsi kepemilikan luas lahan sawit Indonesia melebihi dominasi perkebunan swasta. Dominasi ini semakin kuat dengan adanya sistem kemitraan, integrasi, dan investasi. Kemitraan dan integrasi antara perkebunan rakyat dengan swasta dan negara membawa Indonesia ke negara pengekspor CPO utama di pasar global. Kemitraan, integrasi, dan investasi adalah bentuk dari perekonomian rakyat. Melalui kemitraan dan integrasi serta investasi di sektor kelapa sawit, pembangunan pedesaan dapat turut diciptakan untuk peningkatan ekonomi daerah. Pasalnya daerah perkebunan kelapa sawit rakyat memang berada di area pedesaan. Menurut World Growth (2011), perkebunan kelapa sawit di Indonesia memiliki peran penting bagi pembangunan desa. Perkebunan kelapa sawit rakyat dengan kemitraan, integrasi dan investasi dapat menciptakan peningkatan produktivitas, peningkatan infrastruktur, dan peningkatan kesejahteraan petani itu sendiri. Peningkatan produktivitas dapat memberikan pertambahan hasil produksi yang berujung naiknya pendapatan petani. Kemudian infrastruktur dibutuhkan sebagai sektor penunjang guna mewujudkan efisiensi dan efektivitas usaha. Efisiensi dan efektivitas usaha tersebutlah yang secara tidak langsung dapat menciptakan kesejahteraan bagi petani sawit.

Perkebunan kelapa sawit rakyat tumbuh dan berkembang tanpa membebani pemerintah. Pasalnya para petani sawit yang merupakan pemilik perkebunan kelapa sawit rakyat berbeda dengan petani Eropa dan Amerika Utara yang diberikan subsidi besar-besaran oleh pemerintahnya. Berbeda juga dengan petani pangan di Pulau Jawa yang memperoleh bantuan dan dukungan penuh dari pemerintah mulai dari infrastruktur, subsidi pupuk dan benih serta layanan pemerintah. Itupun masih belum mampu berkembang secara berkelanjutan sehingga tetap tergantung pada bantuan pemerintah. Petani sawit selama ini tidak pernah merengek-rengek minta “jatah” dari pemerintah. Mereka lebih memilih melakukan kerja keras dan symbiosis mutualisme antar petani dengan perusahaan swasta daripada bergantung pada pemerintah.

Membangun perkebunan kelapa sawit rakyat mengurangi jurang ekonomi perkotaan dengan pedesaan. Segala anugrah kelapa sawit yang didukung oleh sumberdaya alam dan kemandirian petani telah banyak memberi manfaat di pedesaan. Manfaat perkebunan kelapa sawit dapat dinikmati oleh banyak masyarakat. Tidak hanya mereka yang terlibat langsung, namun juga masyarakat yang tidak terlibat langsung di perkebunan. Hal ini merupakan karakter dari pembangunan yang inklusif dan selaras dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDG’s) khususnya poin ke delapan yaitu peningkatan ekonomi. .

Perkebunan kelapa sawit rakyat dan petaninya memiliki tantangan di masa depan. Mulai dari pekerjaan rumah seperti produktivitas sampai dengan pekerjaan tentang pengelolaan yang berkelanjutan. Perlu dukungan dari banyak pihak untuk bersama-sama membangun dan memaksimalkan sektor kelapa sawit. Prinsip untuk selalu memperbaiki dan membangun harus bersama-sama dijunjung tinggi oleh para pelaku di sektor kelapa sawit. Pembangunan kelapa sawit di Indonesia telah membawa petani kedalam masyarakat ekonomi kelas menengah. Peluang terbesar sektor kelapa sawit berada di tangan rakyat melalui perkebunan kelapa sawit rakyat. Kelapa sawit adalah milik rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat Indonesia.

Bagus Estu Ramadlan – Peserta Penulisan Artikel Tema Peran Sawit dalam SDGs di Institute Pertanian Bogor

296 total views, 6 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *