Kebun Sawit Angkat Petani ke Kelas Berpendapatan Menengah

Kebun sawit selain menaikkan pendapatan dan mengurangi kemiskinan juga mengangkat para petani ke level masyarakat berpendapatan menengah (middle class income) di kawasan pedesaan

   

Perkembangan kebun sawit yang cepat di Indonesia memberi kontribusi penting dalam penurunan kemiskinan (World Growth, 2011; PASPI, 2014). Peningkatan produksi minyak sawit di sentra-sentra perkebunan sawit menaikkan pendapatan sekaligus menurunkan kemiskinan. Selain  meningkatkan pendapatan petani, ternyata berkembangnya  kebun sawit di kawasan pedesaan juga mengurangi ketimpangan pendapatan antar wilayah dan kelompok masyarakat (Syahza, 2007).

Jika dibandingkan pendapatan rumah tangga petani sawit dengan rumah tangga petani non sawit. Menurut penelitian PASPI (2014) pendapatan petani sawit bukan hanya lebih tinggi dari pendapatan petani non sawit tetapi juga bertumbuh lebih cepat. Pendapatan petani sawit meningkat dari Rp. 14 juta/hektar/tahun (2009) menjadi Rp. 31 juta/hektar/tahun (2013). Sementara pendapatan petani non sawit (petani padi, dan petani karet) hanya meningkat dari Rp. 4,6 juta/hektar/tahun menjadi Rp. 7,2 juta/hektar/tahun pada periode yang sama.

Berbagai penelitian yang lain juga membuktikan hal yang sama. Pendapatan petani sawit yang lebih tinggi daripada petani non sawit juga ditemukan Stern Review (World Growth, 2011) yakni petani sawit ($ 960-3340/hektar), petani karet ($ 720/hektar), petani padi ($ 280/hektar), petani ubi kayu ($ 190/hektar) dan petani kayu ($ 1099/hektar).

Pendapatan petani sawit bukan hanya sudah jauh di atas garis kemiskinan baik desa maupun kota, tetapi juga bertumbuh cepat makin menjauh dari garis kemiskinan. Pendapatan petani sawit tersebut jauh lebih tinggi dari garis kemiskinan pedesaan. Pada tahun 2016 misalnya, batas pendapatan garis kemiskinan adalah sekitar Rp 4 juta/kapita/tahun. Sementara pendapatan petani sawit pada tahun yang sama telah mencapai Rp. 10,5 juta/kapita/tahun.

Peningkatan pendapatan petani sawit yang jauh di atas garis kemikinan tersebut juga lebih berkualitas. Karena pengembangan kebun sawit petani selama ini, dilakukan dengan inisiatif, kreatifitas dan biaya sendiri serta tidak membebani anggaran pemerintah.

Kebun sawit selain menaikkan pendapatan dan mengurangi kemiskinan juga mengangkat para petani ke level masyarakat berpendapatan menengah (middle class income) di kawasan pedesaan.

392 total views, 7 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *