Kampanye negatif terhadap kelapa sawit Indonesia masih terus digaungkan Uni Eropa. Parlemen Eropa berpendapat, komoditas sawit menciptakan banyak masalah mulai dari deforestasi, korupsi, pekerja anak, sampai pelanggaran HAM. Lalu mengapa hanya sawit yang dikenakan ketentuan-ketentuan yang diterapkan Uni Eropa sedangkan minyak nabati lain tidak ?

Isu-isu tersebut membuat pemerintah Jokowi selalu gencar mengingatkan agar diskriminasi Uni Eropa terhadap kelapa sawit dihentikan karena dapat merugikan ekonomi dan negara produsen sawit itu sendiri. Menurut riset dari Universitas Stamford mengatakan bahwa rantai ekonomi kelapa sawit mampu mengurangi kemiskinan hingga 10 juta orang terbukti lebih dari 16 juta orang yang baik langsung atau tidak langsung terikat dengan sawit kehidupan ekonominya membaik.

Selama ini dengan isu-isu yang digencarkan terhadap minyak sawit semata-mata hanya persaingan yang tidak sehat antara minyak nabati tanpa melihat fakta yang ada. Seperti isu deforestasi, berdasarkan hasil dari riset IPB mengatakan bahwa deforestasi bukan disebabkan oleh sawit karena perkebunan kelapa sawit yang ada di Indonesia bukan menempati kawasan hutan.

Lalu isu LSM tentang mempekerjakan anak pada kebun sawit yang hanya melihat dari foto anak-anak yang sedang berada di kawasan sawit apakah sudah dicek fakta yang ada di lapangan?

Kehadiran anak-anak di suatu tempat bukan berarti anak-anak terlibat kegiatan ditempat tersebut. Misalnya jika ada anak-anak di sawah apakah berarti mereka bekerja disana ? Bisa saja mereka diajak orang tuanya karena tidak mungkin ditinggal dirumah. Namun sekali lagi bukan berarti mereka dipekerjakan sebagai petani di ladang. Demiikian juga di kebun sawit, kehadiran anak-anak di kebun sawit bukan berarti anak-anak ikut menjadi pekerja di kebun sawit.

Di perkebunan sawit apalagi perusahaan, mempekerjakan anak-anak selain melanggar hukum juga sangat tidak mungkin karena jenis pekerjaan di kebun sawit diluar kemampuan anak-anak, dan hanya dilakukan oleh orang dewasa.

Untuk itu, perlu adanya peran sinergis antara berbagai pihak untuk menghentikan diskriminasi yang terus digencarkan LSM anti sawit dan terus melakukan perbaikan diseluruh aspek agar tidak ada lagi celah untuk mendiskriminasi sawit lagi karena kelapa sawit merupakan industri strategis yang dimiliki oleh Indonesia dan sebagai WNI seharusnya kita bangga dengan manfaat sawit bagi Indonesia terutama dalam pengentasan kemiskinan dan ikut serta dalam memajukan industri minyak sawit indonesia.

525 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *