Penggunaan daratan menurut UU tata ruang terbagi atas Kawasan Lindung dan Kawasan Budidaya, Kawasan Lindung mencakup Hutan Lindung dan Hutan Konservasi. Sedangkan Kawasan Budidaya mencakup sektor pertanian/perkebunan/peternakan dan sektor modern (industri, pemukiman, perkotaan, Mall dan lain-lain).

Fungsi Hutan Lindung dan Konservasi diantaranya fungsi pelestarian keanekaragaman hayati (biodiversity) baik ragam satwa (orang utan, monyet, gajah, harimau, badak, beragam burung, ragam mikroba dan lain-lain) maupun flora (ragam tumbuhan); fungsi penyimpan karbon, fungsi hidrologis, fungsi konservasi tanah dan air, serta yang lainnya. Fungsi ekologis tersebut tidak bisa digantikan oleh sektor dan teknologi secanggih apapun di dunia ini. Maka dari itu fungsi tersebut perlu dirawat, dipertahankan, diperbaiki dan dilestarikan secara lintas generasi. Menurut Undang-Undang porsi hutan yang perlu dipertahankan minimum 30 persen dari luas daratan. Saat ini porsi hutan dari daratan di Indonesia masih sekitar 47 persen.

Sementara sektor modern, memiliki fungsi ekonomi yang juga tak tergantikan oleh sektor lain termasuk hutan lindung/konservasi. Fungsi ekonomi ini menghasilkan berbagai produk dan jasa yang diperlukan untuk kesejahteraan manusia yang tidak dapat diproduksi baik sektor pertanian maupun sektor hutan lindung dan konservasi. Karena itu sektor modern tersebut harus tetap ada dalam ekosistem, kecuali masyarakat mau tidur dan makan di hutan.

Sektor pertanian juga memiliki fungsi tersendiri dan tak dapat digantikan oleh hutan lindung/konservasi maupun sektor industri dan lainnya. Sebagai sektor “tengah-tengah” antara sektor kawasan lindung dan sektor modern, sektor pertanian memiliki keunikan dalam ekosistem karena memiliki multifungsi yakni kombinasi fungsi ekonomi, fungsi sosial dan fungsi ekologis. Fungsi ekonomi (white function) adalah menghasilkan bahan-bahan: pangan, serat, energi, obat-obatan, dan lain-lain. Fungsi sosial (yellow function) yakni fungsi pewarisan adat-budaya tradisional, social cohesion, agro-entertainment/ tourism, dan lain-lain. Sedangkan fungsi ekologis (green function, blue function) mencakup penyerapan karbon dioksida, penghasil oksigen, pelestarian biodiversity (terbatas), konservasi tanah/air dan lain-lain.

Hutan lindung/konservasi didominasi oleh fungsi ekologis, maka dari itu salah alamat jika masyarakat menuntut fungsi ekonomi dari hutan lindung/konservasi. Sementara bagi sektor modern didominasi oleh fungsi sosial ekonomi. Lain halnya dengan sektor modern, sektor pertanian memiliki multifungsi kombinasi fungsi ekonomi, fungsi sosial dan fungsi ekologis, yang juga tidak dapat digantikan oleh hutan lindung/konservasi maupun sektor modern. Ketiganya memiliki fungsi berbeda dan diperlukan dalam harmoni kehidupan dan kesejahteraan manusia di bumi secara lintas generasi. Kesejahteran manusia di bumi tidak akan lestari jika hanya ada hutan lindung/ konservasi saja, atau hanya sektor modern, atau sektor pertanian saja. Ketiganya harus berkembang secara harmoni dan berkelanjutan.

296 total views, 3 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *