Uni Eropa  sedang merancang kebijakan yang mengkaitkan emisi akibat perubahan penggunaaan lahan secara tidak langsung (Indirect Land Use Change , ILUC) dengan biofuel.  Bahan baku biofuel yang dalam proses produksinya menyebabkan konversi lahan berkarbon stok tinggi dikategorikan sebagai berisiko tinggi sehingga tidak diperbolehkan dalam kebijakan RED II Uni Eropa (EU).

Dalam dukumen  disebutkan yang dimaksud dengan ILUC adalah jika dalam proses produksi biofuel, biomass, atau bioliquid melakukan konversi tanaman bahan pangan dan atau bahan pakan, sehingga memicu  ekspansi tanaman pangan/pakan tersebut ke lahan dengan karbon stok tinggi (high carbon stock) sehingga menyebabkan peningkatan emisi GHG. Dengan definisi tersebut tambahan emisi GHG (yang terjadi akibat ekspansi tanaman pangan/pakan tersebut) dinilai sebagai “dosa” tanaman biofuel tersebut secara tidak langsung.

 Pengkaitan emisi ILUC tersebut oleh  EU  dapat diperdebatkan  baik pada biofuel maupun edible oils. Jangan-jangan penggunaan “topeng” ILUC yang demikian justru memukul EU itu sendiri. Mengapa ?

Masyarakat Uni Eropa (EU) merupakan masyarakat dengan pendapatan per kapita tinggi yakni sekitar USD 37 ribu atau hampir 10 kali lebih tinggi dari pendapatan per kapita Indonesia. Sebagai masyarakat berpendapatan tinggi, konsumsi pangan juga lebih tinggi. Konsumsi per kapita EU untuk daging dan susu mencapai 80-240 Kg per kapita atau sekitar 200 persen dari rata-rata konsumsi per kapita dunia (FAO, 2017).

Untuk memenuhi kebutuhan EU akan bahan pangan tidak mencukupi dipenuhi sendiri dari produksi domestiknya. sehingga harus diimpor dari luar EU. Data FAO (2017) mencatat  sekitar 20-70 persen kebutuhan bahan pangan dan pakan EU di pasok dari luar baik berupa intra-trade EU maupun dari luar EU. Pangsa impor (dari luar EU) mencapai  6-30 persen dari kebutuhan EU. Total emisi diet EU mencapai 535 milyar Kg CO2 eq per tahun atau  rata-rata 1.070 Kg CO2 eq, dengan kisaran 610-1.460 Kg CO2 eq per kapitan per tahun.

Studi European Commission (2013) : Impact of EU Consumption on Deforestation, untuk memenuhi kebutuhan pangan dan pakan EU tersebut menyebabkan terjadinya  ekspansi lahan pertanian (deforestasi) di berbagai negara dunia, khususnya di Amerika Latin dan Afrika. Bahkan Studi  Sandstrom,  et.al 2018: The Role of Trade in the GHG Footprint of EU Diets, mengungkap bahwa  sekitar 76 persen emisi LUC EU  berasal dari impor minyak nabati dan pakan dari Amerika Selatan.

Artinya akibat konsumsi pangan yang tinggi di EU harus dibayar dengan peningkatan deforestasi dan emisi di berbagai negara dunia. Logika yang sama juga terjadi pada biofuel. Kebijakan biodiesel EU yang menggunakan bahan baku rapeseed dari produksi Eropa,  menyebabkan EU kekurangan bahan  pangan (termasuk edible oil)  dan pakan sebagaimana terjadi selama ini. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan EU tersebut harus  mengimpor bahan pangan, edible oils  dan pakan dari luar EU dan mendorong ekspansi pertanian pangan pangan, tanaman vegetable oil, dan pakan (termasuk ke lahan high carbon stok)  di negara lain.  Hal ini  bentuk ILUC dari tanaman rapeseed EU.

Terjadinya deforestasi dan emisi LUC di luar EU untuk memenuhi kebutuhan pangan , pakan  dan biofuel EU tersebut  merupakan dampak ILUC konsumsi EU. Lantas, “dosa” siapa dampak  deforestasi dan emisi LUC yang terjadi di luar EU tersebut? Bukankah “dosa” EU sendiri? dan pantaskah negara lain menanggung beban “kenikmatan” EU ?

Kebijakan ILUC-RED II mengalihkan “dosa” tersebut ke negara lain khususnya produsen minyak sawit. Bahkan EU merencanakan akan melakukan sertifikasi ILUC tersebut dengan menetapkan batas threshold 10 persen. Kebijakan ini jelas bukan hanya pengecut tetapi juga arogansi EU. Dampak ILUC baik Deforetasi maupun emisi ILUC adalah untuk kenyamanan EU, agar EU tidak lapar, kok bebannya ke negara-negara feeding EU?

Seharusnya jika EU tidak ingin ada deforestasi dan emisi ILUC di belahan dunia, EU harus menurunkan konsumsinya atau kesejahteraannya, tahan lapar, dan seterusnya. Jangan mecoba memperaktikkan neokolonialisme baru, menikmati pesta diatas punggung orang lain.

998 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *