Sub sektor perkebunan merupakan salah satu sub sektor dari sektor pertanian yang dapat meningkatkan devisa negara dan menyerap tenaga kerja. Sub sektor perkebunan juga merupakan salah satu penyumbang  produk  domestik  bruto (PDB) terbesar dalam bidang pertanian. Nilai PDB subsektor perkebunan mampu mencapai kisaran 3,47 persen atau senilai dengan 471 triliun pada tahun 2017 (Statistik Kelapa Sawit 2017). Salah satu komoditas perkebunan yaitu kelapa sawit telah tumbuh menjadi komoditas paling penting di Indonesia dalam 15 tahun terakhir.

Berdasarkan data badan pusat statistik Indonesia tahun 2018 menunjukkan selama empat tahun terakhir produksi minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) Indonesia terus mengalami peningkatan dan berpotensi mengalami peningkatan pada tahun berikutnya. Peningkatan produksi minyak kelapa sawit sangatlah dimungkinkan terjadi, melihat semakin meningkatnya luas areal perkebunan dan jumlah produksi minyak kelapa sawit pada setiap tahunnya. Pada tahun 2016 luas areal perkebunan kelapa sawit hanya seluas 11.201.465 ha sedangkan pada tahun 2017 luas perkebunan meningkat  mencapai angka 12.298.450 ha. Sejalan dengan hal itu, produksi minyak kelapa sawit juga mengalami peningkatan yang cukup   pesat,   dimana   pada  tahun 2016  jumlah  produksi  hanya  sebanyak  31.487.986 ton, sedangkan pada tahun 2017 telah meningkat menjadi 34.468.293 ton (Statistik Kelapa Sawit 2017).

Terdapat 5 benua yang menjadi sasaran eksport minyak kelapa sawit Indonesia yaitu Asia, Afrika, Australia, Amerika, dan Eropa (Statistik Kelapa Sawit 2017). Nilai eksport minyak kelapa sawit ke seluruh negara pada tahun 2017 berdasarkan data dari BPS mampu mencapai angka US$ 20 340 900 000. Sebuah angka yang sangat fantastis untuk komoditas eksport Indonesia. Oleh kareana itu, tidak heran jika Indonesia disebut sebagai eksportir minyak kelapa sawit terbesar di dunia dengan jumlah eksport rata-rata sebanyak 26,967 juta ton per tahun 2017 (United States Department Of Agriculture 2018).

Minyak kelapa sawit Indonesia dalam perdagangan Internasional memiliki pesaing kuat dari Negara tetangga yaitu Malaysia. Meskipun demikian, minyak kelapa sawit Indonesia tetap menjadi primadona dalam pasar perdagangan Internasional. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan melihat besaran nilai eksport kelapa sawit Malaysia yang hanya berada pada kisaran 16,469 juta ton per tahun 2017 (United States Department Of Agriculture 2018).

Adanya berbagai fakta tersebut, patutlah masyarakat Indonesia berbangga dengan komoditas sawit. Komoditas dengan omset milyaran US$, berpeluang besar dalam meningkatkan perekonomian Indonesia serta sangat potensial dalam menurunkan angka kemiskinan yang merupakan salah satu tujuan dalam SDGs.

 

 

Ari Dwi Cahyono – Peserta Penulisan Artikel Tema Peran Sawit dalam SDGs di Institute Pertanian Bogor

213 total views, 5 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *